Pages

Rabu, 19 Februari 2014

cara Menjauhkan Diri Dari Godaan setan

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
"Apabila kamu membaca al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." (QS. An-Nahl: 98).
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya pujian, pujian yang sebaik-baiknya lagi diberkahi. Segala pujian bagi Allah, Zat yang menyeru hamba-Nya menuju pintu-pintu rahmat-Nya, yang memberi kenikmatan dengan menurunkan al-Quran, di dalamnya terdapat petunjuk tatanan kehidupan yang damai dan sejahtera di dunia, dan menjanjikan sebuah kepastian kenikmatan yang sempurna di alam akhirat. Kita memuji-Nya atas kenikmatan-Nya yang banyak, juga atas petunjuk dan kemudahan jalan meraihnya dengan kitab-Nya, semoga kita termasuk orang-orang yang dijanjikan akan meraih kesempurnaan kenikmatan-Nya. Sesungguhnya, membaca al-Quran adalah amalan yang memiliki keutamaan sangat besar. Mereka para pembaca al-Quran adalah kaum yang terpuji, di mana Allah memuji mereka dengan firman-Nya,
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
"Sesungguhnya, orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS. Fathir: 29-30).
Ada beberapa adab membaca al-Quran, namun tidak akan kita bahas semuanya, hanya terfokus pada firman Allah dalam Surat an-Nahl ayat 98 di atas saja, yaitu perintah ber-isti’adzah, berlindung kepada Allah dari godaan setan saat hendak membacanya. Sekelumit tentang berlindung kepada Allah dari setan serta hal-hal terkait dengannya akan kita sajikan di sini pada edisi kali ini, semoga Allah memudahkannya dan memberkahinya. Amin.
Penjelasan Kata-kata
اَلْقُرْآنَ : ialah kalam (firman) Allah, yang diturunkan dari sisi-Nya ke dalam dada Rasul-Nya, penutup para nabi dan rasul, Muhammad, yang diawali dengan Surat al-Fatihah dan diakhiri dengan Surat an-Nas (Ushulun fit Tafsir, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin).
فَاسْتَعِذْ : ber-isti’adzah-lah kepada Allah, yaitu membaca “at-ta’awwudz”, kalimat berlindung kepada Allah dari godaan setan.
اَللَّهِ : ialah lafzhul jalalah, yaitu sebuah nama khusus bagi Zat yang berhak dipertuhankan oleh segala sesuatu dan yang berhak diibadahi oleh seluruh makhluk-Nya (Taisirul Karimir Rahman, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dan Tafsir ath-Thabari, 1/67), di antaranya sebab Ia adalah Zat yang bersifat melindungi hamba-Nya.
مِنَ الشَّيْطَانِ : dari setan, yaitu dari Iblis dan anak keturunannya serta pengikut-pengikutnya baik dari golongan jin, manusia maupun golongan binatang (Tafsir ath-Thabari, 1/57).
اَلرَّجِيْمِ : yang dilaknat, berarti yang dihalangi dan dijauhkan dari rahmat Allah.
Makna umum ayat
Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan agar siapa saja yang hendak membaca al-Quran, di mana ia merupakan semulia-mulianya dan seagung-agungnya kitab, di dalamnya terdapat kebaikan hati, ilmu pengetahuan agama yang sangat banyak, hendaknya berlindung kepada Allah dari godaan setan dengan ber-isti’adzah. Sebab setan itu sangat kuat kemauannya untuk berusaha sekuat daya upayanya memalingkan hamba dari maksud-maksud dan tujuan-tujuan baiknya ketika ia hendak memulai melakukan amalan-amalan yang utama.
Dan sebagaimana diketahui bahwa membaca al-Quran merupakan amalan yang utama, sehingga jalan keselamatan terhindar dari godaan setan dan kejahatannya adalah dengan bersandar kepada Allah, serta ber-isti’adzah meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya. Sehingga Allah pun mensyariatkan agar seorang pembaca al-Qur’an hendaknya meminta perlindungan dengan melafazhkan isti’adzah, disertai tadabbur maknanya, tulus hati bersandar kepada Allah agar tidak dipalingkan hatiya oleh setan dari amalan utamanya tersebut. Disertai kesungguhan dalam usaha menolak was-was serta pikirannya yang hina, bersungguh-sungguh mengerahkan sarana apa saja yang paling kuat sehingga memungkinkan untuk menepis godaannya, dan sarana tersebut adalah dengan berhias diri dengan perhiasan iman dan tawakkal kepada Allah semata (Taisirul Karimir Rahman, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di).
Lafazh-lafazh isti’adzah
Lafazh isti’adzah disebut juga at-ta’awwudz, dan di masyarakat kita istilah “ber-ta’awwudz” lebih dikenal dari pada “ber-isti’adzah”, namun keduanya sama saja dan tidak berbeda maksudnya, yaitu sama-sama bermaksud ber-isti’adzah. Di antara lafazh isti’adzah atau at-ta’awwudz adalah ucapan:
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."
Lafazh isti’adzah atau at-ta’awwudz seperti itu merupakan lafazh isti’adzah yang dipegangi dan dikuatkan oleh jumhur (mayoritas) ulama, mereka beralasan lafazh tersebut merupakan lafazh Kitabullah, al-Qur’an, seperti yang jelas terdapat dalam Surat an-Nahl ayat 98 tersebut (sebagaimana yang dikatakan oleh al-Imam al-Qurthubi dalam Tafsir-nya 1/62, dan juga oleh ulama ahli tafsir lainnya).
Ada lafazh isti’adzah yang lain, ialah ucapan:
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dari kegilaan dan kesombongannya, serta dari syair-syairnya."
Atau lafazh lain yang semisal dengan lafazh tadi hanya ditambah nama di antara nama-nama Allah,
أَعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
"Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari godaan setan yang terkutuk, dari kegilaan dan kesombongannya, serta dari syair-syairnya." (Tentang lafazh isti’adzah ini lihatlah al-Jami’ li Ahkamil Qur’an oleh Imam al-Qurthubi 1/62, Tafsirul Qur’an al-Azhim oleh Ibnu Katsir 1/111-113, Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hal. 68 dan Irwaul Ghalil, 1/341 keduanya oleh Syaikh Muhammad Nashirudin al-Albani.)
Makna ber-isti’adzah
Ber-isti’adzah artinya adalah membaca salah satu dari lafazh-lafazh isti’adzah atau at-ta’awwudz di atas tatkala hendak membaca al-Quran atau dalam keadaan tertentu yang seseorang berhajat kepada perlindungan Allah dari godaan setan.
Dan orang yang membaca isti’adzah atau ber-ta’awwudz berarti ia telah mengucapkan dengan lisannya, bahwa ia tengah memohon perlindungan kepada Allah, Rabb-nya dan Rabb segala sesuatu, Zat Yang Mahakuasa berbuat segala yang dikehendakinya, Zat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, sesembahannya makhluk yang dahulu maupun yang kemudian, dari kejahatan Iblis yang dijauhkan dan tidak dirahmati oleh Allah, juga dari kejahatan bala tentaranya, baik dari golongan jin maupun manusia (Aisarut Tafasir, Abu Bakar Jabir al-Jazairi, 1/10-11).
Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala dalam tafsirnya mengatakan, “Makna ber-isti’adzah adalah aku sandarkan diriku dengan berlindung kepada Allah supaya dijauhkan dari setan yang terlaknat agar tidak berlaku jahat kepadaku dalam agamaku maupun duniaku, dan agar ia tidak menghalangiku dari melaksanakan apa yang aku diperintahkan, dan agar ia tidak mendorongku untuk melakukan sesuatu yang aku dilarang atasnya, sebab setan itu tidak ada yang kuasa menahannya selain Allah…” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/114).
Ber-isti’adzah itu sebelum atau sesudah membaca al-Quran?
Berkaitan dengan masalah membaca ta’awwudz saat membaca al-Quran, mungkin perlu dipertegas lagi kapankah seseorang itu ber-isti’adzah? Apakah sebelum ataukah sesudah membaca al-Quran?
Ayat nomor 98 dari Surat an-Nahl tersebut zhahirnya jelas sekali menggunakan kata kerja masa lampau, coba kita cermati firman Allah tersebut,
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Kita dapati pada ayat di atas kata kerja «قَرَأْتَ» yang menunjukkan kata kerja bentuk lampau, yang artinya pekerjaannya telah usai. Sehingga ayat di atas berarti “apabila kamu telah usai membaca al-Qur’an…” bukan “apabila kamu hendak membaca al-Qur’an…” bukan pula “apabila kamu sedang membaca al-Qur’an…”
Dari pemahaman zhahir ayat seperti inilah sebagian sahabat dan sebagian ulama berpendapat bahwa ber-isti’adzah itu dilakukan setelah membaca al-Quran, sebab isti’adzah itu untuk menyingkirkan ‘ujub setelah usai beribadah (Tafsir al-Qur’an al-Azhim, Ibnu Katsir 1/110-111 dan Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Imam al-Qurthubi 1/63). Namun, pendapat ini lemah. Sebab, ini berseberangan dengan hadits-hadits yang menerangkan praktik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ber-isti’adzah. Adapun yang rajih (kuat) adalah apa yang dipegangi oleh jumhur (mayoritas) ulama, yaitu bahwa ber-ta’awwudz itu sebelum membaca al-Quran.
Jumhur ulama mengatakan bahwa isti’adzah itu guna untuk menyingkirkan was-was setan tatkala seseorang tengah beribadah, dan untuk itulah ber-isti’adzah adalah sebelum ia membaca al-Quran. Adapun makna ayat di atas kalimat «إِذَا قَرَأْتَ» itu bermakna “apabila kamu telah berkehendak membaca” sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Surat al-Maidah ayat 6,
… إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ …
Yang artinya secara zhahir: “Apabila kamu telah tegak untuk mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu”, itu bermakna “apabila kalian sudah berkehendak untuk tegak menuju shalat”. Ayat ini dimaknai demikian berdasarkan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berjumlah cukup banyak, sehingga kuatlah pendapat jumhur ulama ini bahwa isti’adzah itu dibaca sebelum membaca al-Quran (sumber yang sama di atas).
Di antara hadits yang menerangkan bahwa isti’adzah itu sebelum membaca al-Quran adalah haditsnya Abu Said al-Khudri radhiallahu anhu yang ia mengatakan, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila shalat malam, beliau pun membaca istiftah (iftitah) dan bertakbir dengan membaca,
سُبْحَانَكَ اللَّهمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَاليَ جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
Mahasuci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu, dan begitu melimpah keberkahan nama-Mu, dan Maha Tinggi keagungan dan kebesaran-Mu, dan tidak ada sembahan yang berhak diibadahi selain-Mu.”
Lalu beliau mengucapkan (( لا إله إلا اللَّه )) tiga kali, kemudian beliau membaca,
أَعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari godaan setan yang terkutuk, dari kegilaannya dan kesombongannya, serta dari syair-syairnya.
Kemudian beliau membaca (( اللَّه أكبر )) tiga kali, kemudian membaca,
أَعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari godaan setan yang terkutuk, dari kegilaannya dan kesombongannya, serta dari syair-syairnya.” (Sumber yang sama di atas, lihat juga catatan kaki no. 5, dan Al-Fathur Rabbani, Ahmad Abdurrahman al-Banna ,3/11/504)
Hadits tersebut dan hadits lain yang semakna dengannya, jelas menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu ber-isti’adzah sebelum membaca Surat al-Fatihah, sebab doa istiftah itu dibaca oleh beliau sebelum membaca isti’adzah, dan tidak mungkin beliau membaca al-Fatihah sebelum membaca istiftah, artinya pastilah beliau membaca isti’adzah sebelum membaca al-Fatihah.
Keharusan berlindung kepada Allah dari godaan dan tipu daya setan (Tafsir al-Qur’an al-Azhim, Ibnu Katsir, 1/110).
Tidak jarang didapati adanya permusuhan antara satu orang dengan orang lain. Dan ternyata permusuhan manusia itu tidak hanya terbatas pada permusuhan antarmanusia itu sendiri, bahkan permusuhan mereka dengan makhluk jenis lain yaitu setan. Setan jenis manusia lebih ringan daripada setan jenis jin. Sehingga Allah-pun memerintahkan agar bersikap pemaaf dan berlemah lembut dahulu menghadapi musuh dari jenis manusia. Allah berfirman,
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (QS. Al-A’raf: 199).
Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan manusia untuk menjadi pemaaf, sebab dengan hal itu akan bisa diharapkan kembalinya seseorang pada asal tabiatnya yang baik lagi menyayangi dan lapang dada. Perhatikan juga firman Allah yang lain, misalnya yang tersebut dalam al-Quran surat al-Mu’minun ayat 96, juga surat Fushshilat ayat 34-35, maka akan semakin jelas bahwa Allah memerintahkan agar saling memaafkan dan saling berbuat baik agar tercipta persaudaraan yang saling kasih dan saling sayang.
Namun tidak demikian halnya perintah Allah dalam menghadapi setan dari jenis jin, kita diperintah harus berlindung darinya kepada-Nya semata, hanya itu perintah-Nya tidak ada yang lain. Sebab setan itu tidak akan menerima perlakuan baik sekalipun, sedangkan ia tidak menghendaki dari diri manusia selain kebinasaan semata. Hal ini sebab besarnya permusuhan dan pertentangan antara dia dengan bapak manusia, yaitu Adam alaihis salam, sejak di zaman dahulu kala. Sehingga Allah pun memberi peringatan akan bahaya setan bagi manusia dengan firman-Nya,
يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ
"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al-A’raf: 27).
Dalam ayat yang lain Allah juga memperingatkan kita, bahwa setan itu adalah musuh bagi kita, maka kita diperintah harus menganggap sebagai musuh. Di antara sebabnya adalah setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (QS. Fathir: 6 dan al-Kahfi: 50).
Ayat-ayat di atas menegaskan tentang siapa itu setan bagi manusia, maka Allah pun mewajibkan agar manusia berlindung kepada-Nya dari tipu dayanya. Tidak lagi Allah perintahkan ramah-tamah atau yang lainnya sebab hal itu tidak akan ada gunanya bagi setan. Memang sejak semula setan hanya berkehendak jahat bagi manusia semuanya, ia berpura-pura tampil sebagai seorang pemberi nasehat, namun ia pun dusta, sebab ia hanya akan mencelakaan semata. Allah sebutkan dalam al-Quran dengan firman-Nya,
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Iblis menjawab, “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shad: 82).
Allah mengusir amarah dan setan dari orang yang ber-isti’adzah
Isti’adzah memiliki keutamaan yang sangat besar. Cukuplah bagi kita dua hadits di bawah ini untuk mengetahui kebesaran dan kehebatan isti’adzah tersebut, yaitu untuk mengusir amarah, juga mengusir setan.
Imam al-Qurthubi rahimahullahu ta’ala dalam tafsirnya menyebutkan sebuah hadits (HR. Muslim, 2610 dan Bukhari, 6115, lihat Tafsir al-Qurthubi, 1/63 dalam muqaddimah dan Tafsir Ibnu Katsir, 1/112-113), sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sulaiman bin Shurad, ia mengatakan, “Ada dua laki-laki yang sedang saling mencaci di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka salah satu di antara keduanya pun marah, mukanya memerah, dan padamlah raut wajahnya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memandanginya lalu beliau bersabda,
إِنِّي لأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Sungguh aku mengetahui sebuah kalimat yang apabila ia mengucapkannya niscaya akan hilanglah darinya (amarahnya itu), yaitu:
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
'Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.'
Kemudian, ada seseorang yang mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi mendatangi salah seorang dari keduanya (yang saling mencaci,—red.) lalu berkata, “Tahukah kamu apa yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi? Sungguh, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sungguh aku mengetahui sebuah kalimat yang apabila ia mengucapkannya niscaya akan hilanglah darinya (amarahnya itu), yaitu:
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Maka, laki-laki tersebut pun mengatakan kepadanya, “Apakah menurutmu aku ini gila?”
Dalam hadits yang lain disebutkan oleh Imam Muslim dari sahabat Utsman bin Abil ‘Ash ats-Tsaqafi rahimahullahu ta’ala, bahwa dia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadu, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah datang dan menggangguku dalam shalatku juga menggangguku dengan mengacaukan bacaanku.” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,
ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْهُ وَاتْفُلْ عَنْ يَسَارِكَ ثَلاَثًا
Itu adalah seorang setan yang disebut Khanzab, maka apabila kamu merasakan kedatangannya berlindunglah kepada Allaoh (ber-ta’awwudz-lah) darinya dan meludahlah ke kiri tiga kali.”
Utsman pun mengatakan, “Aku pun melakukannya, maka Allah pun mengusirnya dariku.” (HR. Muslim, 2203).
Allahu Akbar, Wallahul Musta’an.
  SEMOGA BERMANPAAT AMIN

Hakikat Godaan Jin & Setan, Bagaimana Cara Menghindari Tipu Dayanya?

Jin menurut bahasa berarti sesuatu yg tersembunyi dan halus. Sedangkan setan ialah tiap yg durhaka dari golongan jin manusia atau hewan. Dia dinamakan jin disebabkan tersembunyi-nya dari mata . Jin diciptakan dari api yg sangat panas .Jin adl makhluk Allah yg mempunyai kemampuan mengubah diri dgn berbagai bentuk. Mereka makan minum kawin dan beranak-pinak. Membisikkan dan menggoda manusia. Dapat melihat manusia tidak sebaliknya. ” Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yg kamu tidak bisa melihat mereka “. . Di antara mereka ada yg beriman juga ada yg kafir . Golongan yg kafir adl setan. Mereka takut pada manusia. Mereka makhluk lemah. Suka mencari rahasia langit tetapi mereka diusir dgn panah api .
Dalam sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ” Setan menampakkan dirinya ketika aku shalat atas pertolongan Allah aku dapat mencekiknya hingga kurasakan dingin air liurnya di tanganku jika tidak disebabkan doa saudaraku Nabi Sulaiman pasti kubunuh dia “.
Berubah Bentuk Setan pernah menampakkan diri dalam wujud orang tua kepada kaum Quraisy sebanyak dua kali. Pertama ; ketika suku Quraisy berkonspirasi utk membunuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Makkah. Kedua ; pada perang Badr lihat Surat Al Anfal 48. Jin beranak pinak dan berkembang biak . Tempat-tempat Jin Jin mendiami bumi sebelum adanya manusia dan kemudian tinggal bersama manusia. Tinggal di rumah bersama manusia tidur di ranjang yg tidak ditiduri. Tempat yg paling disenangi adl WC. Sebab WC tempat manusia membuka aurat.
Hai anak Adam janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari Surga ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya utk memperlihatkan kepada keduanya auratnya ” .
Ketika kita masuk ke dalam WC agar aurat kita terhalang dari pandangan jin hendaknya kita membaca doa berikut setan laki-laki dan setan perempuan}. . Setan suka berdiam di kubur dan tempat sampah. Oleh krn itu kuburan menjadi tempat meditasi bagi tukang sihir. Nabi SAW melarang kita tidur menyerupai setan. Setan tidur di atas perutnya dan tak mengenakan busana. Tidur tak mengenakan busana menarik setan utk mempermainkan aurat manusia dan menyebabkan penyakit. Qarin Setiap manusia disertai setan yg selalu menggodanya. Allah berfirman artinya ” Yang menyertai dia berkata “Ya Tuhan kami aku tidak menyesatkannya tapi dialah yg beradadalam kesesatan yg jauh “. .
Manusia dan qarin-nya akan bersama di hari hisab. Aisyah bercerita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari rumah di malam hari aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan menyaksikan tingkahku lalu ia berkata “Apakah kamu telah didatangi setanmu?” “Apakah setan bersamaku?” “Ya bahkan tiap manusia” “Termasuk engkau juga?” “Betul tetapi Allah menolongku hingga aku selamat dari godaannya”.
Setan makan bersama manusia yg tak berdoa ketika mau makan. Setan makan dgn tangan kiri sendirian dan dgn jarinya. Rasulullah ` melarang makan dgn tangan kiri. Beliau menyuruh kita makan bersama-sama mencuci tangan dan mulut sebelum dan sesudah makan. ” Setan adl pencari rahasia dan suka menjilati sisa makanan maka jauhilah. Siapa yg tidur sedang di tangannya masih tersisa bau makanan lalu tertimpa penyakit maka jangan ada yg disalahkan kecuali dirinya sendiri “. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita mematikan lampu menutup pintu jendela tempat-tempat penyimpanan air dan makanan dgn rapat sebelum tidur. Jika manusia tidur dan membaca doa sebelumnya setan menjauhinya. Allah menjaga orang yg sebelum tidur membaca doa. Jika manusia tidur tanpa berdoa setan mengikat kepalanya dgn tiga ikatan jika ia bangun dan mengingat Allah terlepaslah satu ikatan jika ia berwudhu terlepas lagi satu ikatan lainnya dan jika ia shalat terlepaslah ikatan yg terakhir.
Allah akan menghisab bangsa jin pada hari kiamat. Jin yg baik masuk Surga. Allah berfirman artinya ” yg tidak pernah disentuh oleh manusia dan tidak pula oleh jin “. . Golongan jin menikahi bidadari-bidadari dari bangsa jin. Golongan jin yg ahli maksiat masuk Neraka. Allah berfirman artinya ” Dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yg terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia “. . Tidak Mengikuti Jejak Setan Al Qur’an menceritakan kisah Adam bersama iblis. ” Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat “Sujudlah kamu kepada Adam maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adl dari golongan jin maka ia mendurhakai perintah Tuhannya “. . Semenjak itu setan bersumpah akan menyesatkan Adam dan keturunannya. ” Hai sekalian manusia makanlah yg halal lagi baik dari apa yg terdapat di muka bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan “. .
Barangsiapa yg mengikuti langkah-langkah syetan maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yg keji dan mungkar “. . ” Sesungguhnya setan itu bermaksud menimbul-kan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat “. .
Mohon Perlindungan Allah menyuruh kita agar banyak minta perlindungan dari godaan setan. Dan katakanlah ” Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan setan. Dan aku berlindung kepada Engkau ya Tuhanku dari kedatangan mereka kepadaku “. . Setan berangsur-angsur menarik kebinasaan Allah berfirman ” Barangsiapa yg berpaling dari pengajaran Ar Rahman Kami adakan baginya setan maka setan itulah yg menjadi teman yg selalu menyertainya. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yg benar sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk “. .
Atas dasar ini diadakan diskusi-diskusi mu’tamar-mu’tamar dan konferensi-konferensi keburukan. Tak ada kemanfaatan dari pelaksanaan dan hasil-hasilnya. Setan membisikkan bahwa syariat Islam tidak cocok di jaman ini keras dan melanggar HAM. Siapa yg cenderung kepada mereka menjadi musyrik. Jaman dahulu setan mencuri pendengaran berita-berita dari langit yg disampaikan para malaikat langit kepada para malaikat bumi. Setelah Nabi Muhammad SAW diutus Allah menerangkan keadaan syetan ” Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu utk mendengar-dengarkan . Tetapi sekarang barangsiapa mencoba mendengar-dengar tentu akan menjumpai panah api yg mengintai “. dan .
Sihir termasuk pekerjaan setan yg utama. Praktek-praktek sihir berkembang di masyarakat yg lemah iman atau tidak beragama sama sekali. Betapa banyak orang datang ke dukun/paranormal utk minta banyak rizki berobat dari penyakit ingin cepat dapat jodoh lulus dalam ujian rujuknya wanita yg telah dicerai atau sebaliknya dan selainnya yg hal-hal tersebut merupakan kekuasaan Allah sedang kita hanya diperintah utk berdoa dan berusaha. Para dukun/paranormal mempunyai mata-mata yg menyebar di masyarakat utk mencari tahu rahasia-rahasia mereka lalu mereka menceritakan itu pada tuannya. Dan ketika seseorang mendatanginya dgn mudahnya dia menceritakan keadaan orang tersebut lalu ia heran dan tertipu. Seakan-akan si dukun tahu hal-hal ghaib.

menghindari godaan dari syetan

MENGHINDARI GODAAN SETAN





1. Memperhatikan serangan setan, maka:
o kita bisa mengambil kesimpulan bahwa cara yang paling baik menghindari godaan setan adalah dengan tulus-ikhlas kita minta perlindungan kepada Allah,
o seraya mengharapkan kepada Allah, atas karunia dan rahmat-Nya, akan melindungi kita dari godaan setan.
o Cara semacam ini sesuai dengan perintah Allah sendiri.
o Begitu kita minta perlindungan dari-Nya dan kita ingat kepada-Nya, kita akan menyadari akan kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat.
o Dengan modal kesadaran akan kësalahan sendiri semacam ini, kita berharap kita bisa mengambil langkah-¬langkah untuk memperbaiki perilaku kita sendiri dan terhindar dari godaan setan.

2. Jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Al A’ raf 7:200-201)

3. Faktor keikhlasan dalam minta perlindungan kepada Allah ini penting sekali karena Iblis sendiri mengakui bahwa dia tidak akan bisa menggoda hamba Allah yang ikhlash (mukhlashin), seperti ucapannya yang dikutip Allah: Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlashin di antara meneka.”(Shad 3 8:82-83).

4. Di samping menata hati agar kita ikhlas dalam MOHON PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH, kita, dalam menghindari godaan-godaan setan, juga perlu MENGAMBIL LANGKAH-LANGKAH TEKNIS, antara lain sebagai benikut:
1) Kita hendaknya menjaga tutur-kata dalam pergaulan sehari-hari:
o Dengan hanya menggunakan tutur-kata yang baik, kita berharap tidak ada celah bagi setan untuk memprovokasi sikap permusuhan diantara kita.
o ”Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. ” (Al 1st-a’ 17:53)

2) Sedapat mungkin kita tidak meniru atau mengikuti langkah-langkah dan perbuatan-perbuatan setan.:
o Termasuk perbuatan setan adalah bahwa mereka suka makan dengan tangan kiri,
o sebagaimana diceritakan oleh Rasul Allah SAW. (Baca ayat 21 dari surat al Nur beserta terjemahannya di atas.)

3) Tidak mudah percaya sebelum mencari klarifikasi tentang kebenaran berita yang disampaikan oleh seorang yang fasik , yang suka melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan
o ”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepädamu orang fasik membawa suatu berita, maka peniksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Al Hujurat 49:6)

4) Hendaklah kita tidak saling mengolok-olok,:
o saling mencela atau saling memanggil dengan julukan yang buruk antara satu dengan yang lain.
o Masing-masing di antara kita ditakdirkan memiliki rasa harga diri dan ingin dihargai.
o Masing-masing di antara kita memang memiliki kelemahan tapi di samping itu juga pasti memiliki kelebihan.
o Karena itu, kita mesti saling menghargai dan saling menghormati.
o Contoh: Hari gini belum punya HP; Tumben datang pengajian; Pagar kok jelek begini sih ganti yang baru dong; Motor udah tua gini kok masih dipelihara; Sok alim; Sok suci;
o (Al Hujurat 49:11):
 ”Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok--olok kaum yang lain
 (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok), dan
 jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olok), dan
 janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil¬ memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
 Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan
 barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim”. (Al Hujurat 49:11)

5) Kita juga mesti menghindari prasangka buruk terhadap sesama kita. Bila di dalam diri kita ada rasa iri, rasa takut disaingi, rasa cemburu atau rasa minder terhadap seseorang, sering kali kita MUDAH TERGODA untuk berprasangka buruk terhadapnya. Karena itu, perasaan-perasaan negatif semacam itu mesti kita hindari. Menggunjing dan mencari-cari kesalahan orang lain pun juga mesti kita hindari. ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”. (Al Hujurat 49:12)

6) Kita tidak boleh menggubris dan tidak boleh mendengarkan bisikan-¬bisikan setan. Hanya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan setan.

7) Hendaklah kita berkonsultasi dengan para cendekiawan atau orang yang berwewenang bila diantara kita ada yang meragukan tentang suatu masalah.
 Hal ini perlu untuk menghindari penyelesaian masalah tanpa merujuk kepada al Qur’an dan Hadits.
 ”Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (An Nisa’ 4:83)

5. Menunut al Ghazali dalam Ihya’ ‘ulum al din:,
 sebelum seseorang mendapatkan bisikan dari setan, dia terlebih dahulu akan mendapatkan lintasan (khathr) dalam benak hatinya.
 Dari lintasan itu lalu muncul rasa suka atau tidak suka terhadap sesuatu yang muncul dalam lintasan tadi.
 Bila ia suka, setan membisikinya agar ia melaksanakan hal itu dengan cara yang tidak benar, dan
 bila ia tidak suka, setan membisikinya agar ia bertindak melawannya dengan cara yang tidak benar pula.
 Setelah itu, muncullah dorongan kuat (‘azm) dan niatan untuk melaksanakan apa yang ia inginkan.

6. SEBAGAI CONTOH,:
 bila seseorang melihat ada kesempatan atau ditawari untuk mengubah angka kwitansi dari angka pembukuan untuk pembelian barang di kantornya, muncullah lintasan di benaknya:
 “Betapa besar selisih antara harga sebenarnya dan angka yang ditawarkan itu.”
 Lalu muncul rasa senang bila ia bisa memperoleh kesempatan untuk memiliki sebagian dari selisih tersebut.
 Ketika muncul rasa senang terhadap kemungkinan memperolehnya, setan mulai membisikkan:
 “Lakukan saja kesempatan ini dan atur segalanya dengan rapih. Toh kamu akan bekerja sama dengan atasanmu yang pasti akan melindungimu karena ia juga akan memperoleh bagian.”

 Pada saat seperti ini, jangan gubris bisikan setan itu, dan segeralah memohon perlindungan kepada Allah agar diberi ketabahan untuk tidak melaksanakannya.
 Bila bisikan itu didengarkan, akan muncul langkah berikutnya, yaitu dorongan kuat dan niatan yang ditandai dengan penyusunan rencana untuk melaksanakan ajakan tersebut.

7. Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan ákhirat cenderung kepada bisikan (setan) itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (setan) kerjakan. (Al An’am 6:113)

Misteri Terbelahnya Bulan, Bukti Kebesaran Allah Swt


Misteri Terbelahnya Bulan, Bukti Kebesaran Allah Swt
“Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)

Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya.

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:

Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah.

Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi ‘Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah mengandung mukjizat secara ilmiah?’“

Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi2 sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar2 maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek
dan meng-olok2)?

Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar2-nya. Serta-merta orang2 musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!”

Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan.

Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar).

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?”

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: “Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi
muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…”

Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.

Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia2, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”

Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini,
dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”

Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”

Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah
capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!

Presenterpun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (karena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!”

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang
lalu. Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat
itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”

Subhanallah,

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Jumat, 07 Februari 2014

indahnya surga dan pahitnya neraka


sahabatku, aminkan doa ini agar keluarga kita menjadi ahli ibadah & tetap mendirikan sholat sampai akhir hayat. 'Rabbij'alni muqimash-shalati wa min dzurriyati, rabbana wa taqabbal du'a'. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami & anak cucu kami orang-orang yg tetap mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doa kami.'
Kenikmatan di Surga
Saudaraku … bersegeralah menuju ampunan Rabb kalian dan surga yang seluas langit dan bumi. Di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terbetik  di hati seorangpun. Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh firman Allah 'azza wa jalla yang artinya,
"Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni'mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (As Sajdah : 17).
Di antara kenikmatan di surga yang Allah dan Rasul-Nya telah perkenalkan pada kita  adalah :
[1].Merasakan nikmatnya sungai susu, arak, dan madu, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman yang artinya," (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamer (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring." (Muhammad : 15).
[2]. Mendapatkan isteri yang masih belia dan berumur sebaya, sebagaimana firman Allah yang artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya." (An Naba' : 31-33).
[3]. Hidup kekal dengan nikmat lahir dan batin, sebagaimana Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, "Siapa yang masuk surga selalu merasa nikmat, tidak pernah susah, pakaiannya tidak pernah cacat, dan kepemudaannya tidak pernah sirna." (HR. Muslim).
[4]. Diberi umur muda, sebagaimana Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, "Ahli surga, berbadan indah tanpa bulu, matanya indah bercelak, umurnya 30 atau 33 tahun." (Shohihul Jaami').
[5]. Memandang wajah Allah yang mulia, sebagaimana diriwayatkan dari Shuhaib, bahwa Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika surga telah dimasuki oleh para penghuninya, ada yang menyeru : 'Wahai penduduk surga, sesungguhnya Alloh mempunyai suatu janji untuk kalian yang janji tersebut berada di sisi Allah, di mana Dia ingin menuaikannya.' Mereka berkata : 'Apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan-timbangan kami, memasukkan kami ke surga, dan menyelamatkan kami dari neraka?' Beliau melanjutkan : 'Maka Allah menyingkapkan hijabnya (tabirnya), sehingga mereka melihat-Nya (wajah Allah). Demi Allah, Allah belum pernah memberikan sesuatu pun yang lebih mereka cintai dan menyejukkan pandangan mereka daripada melihat-Nya." (HR. Muslim).
Masih banyak sekali ayat dan hadits lainnya yang menerangkan tentang sifat-sifat surga, kenikmatannya, kesenangannya, kebahagiannya, dan keelokannya. Semoga Allah menjadikan kita sebagai penghuninya.

Jalan Menuju Surga
Jika ada yang bertanya tentang amal dan jalan menuju ke surga, maka jawabannya telah Allah berikan secara jelas dalam wahyu yang diturunkan kepada Rasul-Nya yang mulia. Di antaranya sebagaimana yang Allah jelaskan dalam surat Al Mu'minuun ayat 1-11. Beberapa sifat-sifat penghuni surga -semoga Allah menjadikan kita sebagai penghuninya- dari ayat tersebut adalah:
Pertama, beriman kepada Allah dan perkara-perkara yang wajib diimani dengan keimanan yang mewajibkan penerimaan, ketundukan, dan kepatuhan.
Kedua, khusyu' dalam shalatnya yaituhatinya hadir dan anggota tubuhnya tenang.
Ketiga, menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia (yang tidak mempunyai faedah dan kebaikan).
Keempat, menunaikan zakat yaitu bagian harta yang wajib dikeluarkan atau mensucikan jiwa mereka (karena salah satu makna zakat adalah bersuci) berupa perkataan dan perbuatan.
Kelima, menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri dan budaknya.
Keenam, memelihara amanah yang dipercayakan dan memenuhi janjinya baik kepada Alloh, kepada sesama mukmin, ataupun kepada makhluk lainnya.
Ketujuh, melaksanakan sholat pada waktunya, sesuai dengan bentuknya yang sempurna, dengan memenuhi syarat, rukun, dan kewajibannya.
Selain ayat di atas, Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam juga telah menjelaskan tentang jalan menuju surga yaitu dengan menuntut ilmu syar'i. Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, "Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkannya dalam menempuh jalan ke surga." (HR. Muslim). Ya Alloh, mudahkanlah kami untuk melaksanakan amalan-amalan ini dan menetapkan kami di atasnya.

Pahitnya Neraka
Saudaraku ... kebalikan dari berbagai kenikmatan di atas, sebagian makhluk malah menuju neraka yang teramat panas. Dan Allah subhanahu wa ta'ala telah memperingatkan kepada kita tentang neraka dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya. Allah telah menggambarkan kepada kita tentang berbagai bentuk siksaan yang terdapat di dalamnya dengan penggambaran yang mampu membuat hati dan jantung ini serasa terbelah-belah. Maka perhatikanlah baik-baik terhadap apa yang datang dalam Al Qur'an dan As Sunnah tentang berbagai bentuk adzab (siksaan) di dalamnya.
Di antara siksaan-siksaan bagi penduduk neraka adalah :
[1]. Kulit mereka diganti dengan yang baru, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab." (An Nisa' : 56).
[2]. Bara apinya membakar sampai ke hati, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "(Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati." (Al Humazah : 6-7).
[3]. Mereka diseret ke neraka di atas wajah mereka, sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka." (Al Qomar : 48).
[4]. Minuman mereka seperti besi yang mendidih, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (Al Kahfi : 29).
[5]. Tubuh mereka membesar, sebagaimana sabda beliau shollallohu 'alaihi wa sallam yang artinya, "Gigi taring orang kafir besarnya seperti gunung uhud dan tebal kulit mereka seukuran tiga perjalanan." (Shohihul Jaami')
 [6]kepala mereka di pukuli dengan tongkat yang berisi jeruji,sebagaimana manusia yang sengaja meninggalkan solatnya.

[7]
banyak manusia yang bertarung,sebagaimana manusia yang suka mengadu hewan seperti.ayam dll
Begitu syadiid (keras) siksaan ini, lalu siksaan apa yang paling ringan bagi penghuni neraka? Rasulullahshollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, "Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya ialah orang yang mengenakan dua sandal dari neraka lalu mendidih otaknya karena sangat mencekam panas dua sandalnya." (HR. Muslim). Wahai saudaraku ... tidakkah kalian takut dengan siksa yang pedih dan dahsyat ini ??!
Sebab-Sebab Masuk Neraka
Perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis sebab yang menyebabkan seseorang masuk neraka -semoga Allah menyelamatkan kita darinya-.
Jenis pertama adalah sebab-sebab yang menyebabkan pelakunya tidak lagi beriman, menjadikannya kafir, sekaligus membuatnya kekal di neraka. Di antara sebab-sebab jenis pertama ini adalah :
Pertama, melakukan syirik akbar (besar), seperti bernadzar dan menyembelih kepada selain Alloh.
Kedua, kufur kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Nya, hari akhir, serta qodho dan qodhar dengan cara mendustakan, menentang, ataupun meragukannya.
Ketiga, mengingkari kewajiban salah satu rukun Islam yang lima.
Keempat, mengolok-olok dan mencaci Allah, agama-Nya, atau Rasul-Nya.
Kelima, berhukum dengan selain hukum Allah dengan keyakinan hukum tersebut lebih benar dan lebih bermanfaat, atau setara dengan hukum Allah, atau meyakini bolehnya hal tersebut.
Ketujuh, kemunafikan yaitu menyembunyikan kekafiran dalam hatinya, akan tetapi dia menampakkan diri seolah-olah seorang muslim.
Jenis kedua adalah sebab yang menyebabkan pelakunya berhak masuk neraka, namun tidak kekal di dalamnya. Di antaranya ialah : durhaka pada kedua orang tua, memutuskan silaturahmi, memakan riba, memakan harta anak yatim, bersaksi palsu, dan sumpah palsu.
Ya Allah, selamatkanlah kami dari neraka, lindungilah kami dari negeri yang penuh kehinaan dan kerusakan, dan tempatkanlah kami di negeri orang yang berbakti dan bertakwa.

mari para sahabat dan saudara ku, aminkan doa ini agar kita terhindar dari siksa neraka
bismillahirohmanirohim,,ya allah sungguh engkau maha penyayang,sayangilah kami ya allah jika kami memiliki dosa yang banyak maka ampunkan ya allah jauhkan lah kami dari adzab dan neraka mu yang sangat pedih.jangalah kau jatuhkan kami ke neraka mu yang pedih.
sesungguhnya kami ini lemah ya allah,kami tidak ada apa apa nya ya allah.kami ini bodoh jika tidak dapat dari restu mu.kami tidak akan pernah ada jika engkau tiada.ya allah kami yakin kau itu nyata kabulkan lah doa kami ya allah...
sesungguhnya kami ini sangat bersyukur kepada mu ya allah,kami tak ingin menjadi kufur apalagi menjadi orang orang yang tidak menyembahmu(kafir).
sesungguhnya kau maha bijaksana dan maha penyayang ya allah...
kabulkan lah doa kami ya allah..

Sabtu, 01 Februari 2014

mati suri 2 jam ,mengaku melihat alam kubur , setelah sadar hafal 30 juz

Masyarakat Bengkalis dihebohkan dengan meninggalnya seorang gadis bernama Azlina (25) saat berobat di Mahkota Medical Center, Melaka, namun setelah dua jam tak bernafas ia akhirnya hidup kembali. Apa saja kisah yang dialami Azlina saat ia mati suri? Cerita mati surinya warga Desa Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis benar-benar menjadi pembicaraan hangat, bahkan berita ini sampai ke Pakning dan kecamatan lainnya. Berbagai versi kematian pegawai honor Disperindag Pemkab Bengkalis inipun muncul. Bahkan masyarakatpun berbondong-bondong mendatangai kediamannya. Tak hanya warga, pejabatpun tak luput ingin tahu cerita pasti. Bahkan kemarin Ny Fauziah Syamsurizal datang ke rumah Azlina yang akrab di panggil Iin itu.

Sri Junjungan Televisi (SJTV) milik Pemkab Bengkalis menayangkan siaran langsung wawancara dengan Iin, ada keanehan yang terjadi. Saat itulah kepercayaan Riau Pos dan rekan-rekan media lainnya timbul akan kebenarannya cerita mati suri ini.

Keanehan yang dimaksud adalah, ketika siaran langsung yang juga disaksikan oleh masyarakat lewat layar monitor yang dipasang SJTV itu usai. Para kru kemudian mematikan semua LCD yang ada. Namun anehnya LCD tersebut tak mau mati, justru muncul di layar monitor sesosok tubuh berpostur besar seperti laki-laki. Kendati gambar yang muncul sedikit samar, namun jelas terlihat sosok itu berambut panjang dan bertanduk. Namun wajahnya tak kelihatan. Para wartawan yang hadir di ruang itu pada ketakutan. Namun sempat mengambil foto sosok itu. Kru SJTV ada yang menggigil dan menangis.

Foto itu diperlihatkan kepada Iin, yang waktu itu masih berada di areal SJTV. Ia mengatakan jika sosok itu adalah jin dan ia meminta agar foto yang diambil tersebut untuk dihapus saja. Namun Riau Pos yang turut sempat mengabadikan gambar itu, ketika satu jam berikutnya hendak melihat lagi, ternyata foto itu terhapus sendiri.

Meninggal Dua Jam
Azlina adalah seorang anak yatim dari keluarga kurang mampu. 3 tahun belakangan ia menderit penyakit kelenjar hiperteroid (gondok). Kendati penyakit yang dideritanya sudah akut, Azlina hanya bisa pasrah, karena ketidakadaaan biaya berobat. Namun pada Kamis, 24 Agusutus 2006 lalu, atas kesepakatan sanak keluarga, Azlina dibawa berobat ke Mahkota Medical Centre (MMC) Melaka.

Esok paginya, dokter MMC memeriksa Azlina. Satu-satunya jalan untuk penyembuhan adalah dengan jalan operasi. Namun dokter mengatakan pula jika operasi baru dilakukan 3 bulan mendatang, mengingat tekanan darahnya cukup tinggi.

Usai diperiksa, rupanya kondisi Azlina makin menurun. Sektar pukul 02.00 waktu setempat, alat detak jantung yang ada di layar monitor sudah menunjukkan garis lurus, yang berarti jantungnya sudah tak berdetak lagi. Paman Azlina, Rustam Effendi yang turut mendampinginya sudah pasrah, jika ponakan sudah meninggal. Namun saat ia menanyakan pada dokter apakah Azlina benar-benar sudah meninggal, dokter hanya diam. Namun terus saja melakukan berbagai upaya termasuk memasang alat pacu jantung.

Kendati sudah tak bernafas, dokter tetap belum mau memberikan pernyataan Azlina meninggal. Dan selama 2 jam terus-menerus melakukan pacu jantung. Ajaib, tiba-tiba jantung Azlina berdetak, kendati lemah. Dokterpun buru-buru membawanya ke ruang ICCU. Selama 2 hari ia di ruang ICCU dalam keadaan koma.

Setelah mendapat perawatan yang intensif, kondisi Azlina berangsur-angsur pulih. Dan karena belum bisa dioperasi, keluarganya pun membawanya pulang ke Bengkalis.

Jumpa Alam Barzah
Riau Pos memang tak tahu persis, apakah kondisi seperti itu bisa dikatakan dengan mati suri. Namun ada cerita di balik tak bernafasnya Azlina selama 2 jam dan koma selama dua hari itu. Jika disimak benar-benar cerita yang terkesan memang tidak dikarang-karang oleh Azlina itu, setidaknya menyadarkan kita akan alam lain yang bakal kita jalani kelak.

Menurut Azlina, ia sangat merasakan saat nyawanya dicabut dari kaki kanan, sakitnya seperti badan dikuliti. Ketika arwahnya sudah berada di alam lain, ia melihat jasadnya dan pamannya serta dokter di ruang Rumah Sakit. Tak lama setelah itu ia kemudian dibawa oleh dua malaikat. Kepada malaikat, Azlina minta ingin bertemu dengan ayahnya.

Atas permintaan Azlina itu, ia kemudian dipertemukan dengan seorang laki-laki muda berparas ganteng seusia 17 tahun. Kepadanya dikatakan kalau pria itu adalah ayahnya. ‘’Saya tak percaya karena waktu meninggal ayah saya berumur 54 tahun, tapi melaikat mengatakan jika itu adalah ayah saya,’’ cerita Azlina.

Pada pertemuan di alam gaib itu, ayahnya menyuruh Azlina untuk kembali lagi ke dunia, karena belum waktunya Azlina berada di alam barzah. Setelah bertemu ayahnya, cerita Azlina lagi, ia dibawa ke suatu tempat yang di situ ditemuinya wanita-wanit berjilbab dan jumpa seribu malaikat. Di tempat itu, ia didudukkan pada sebuah kursi yang sangat empuk yang kata Azlina keempukan kursi itu sebanding dengan 8 busa yang ada di dunia.

Saat duduk di kursi empuk itu, di sebelahnya ada seorang wanita yang wajahnya mirip wajah Azlina. ‘’Waktu saya tanya siapa dia, wanita itu mengatakan jika ia adalah amal jariyah saya. Bersama wanita dan 2 malaikat, saya terus dibawa melihat-melihat, dan kali ini saya dibawa ke suatu tempat penyiksaan. Di tempat itu, ada 10 orang laki-laki yang disiksa. Ada yang memakai pakaian compang-camping , badannya bernanah dan bau busuk, ada yang memikul besi seberat 100 ton dengan terbungkuk-bungkuk. Setelah tanya tanyakan kenapa ia laki-laki, rupanya ia suka membunuh dan dukun santet,’’ cerita Iin.

Terus lanjut Azlina, ada pula ustad yang dihantam dengan benda panas dan lahar panas, rupanya ustad itu sudah berzina dengan isteri orang. Ada pula yang ditusuk dengna pisau hingga tembus sebanyak 80 kali. Orang itu suka membunuh tapi tak pernah merasa bersalah.

‘’Bermacam-macam penyiksaan saya saksikan.Saya kemudian dibawa lagi membawa malam yang sangat gelap. Saking gelapnya saya tak kenal dengan malaikat yang membawa saya dan amal jariyah yang menemani saya. Ketika saya melangkah dua langkah saya dengar orang berzikir. Dan tiba-tiba saja dileher saya sudah tergantung sebentuk rantai yang setelah saya pegang ternyata tasbih sebanyak 99 butir. Ketika saya tanyakan kepada amal jariyah saya, dikatakan jika Allah menyuruh saya berzikir selama dalam perjalanan dengan tasbih itu,’’ tambahnya.

Di tempat gelap itu, kata Azlina ia melangkah lagi, pada langkah ke 7 ia melihat sebuah benda berbentuk tepak sirih yang dari celahnya memantulkan cahaya dan dibelakang benda itu ada tulisan Arab Qusnul Qotimah. Oleh Azlina cahaya itu kemudian diambilnya dan menyapukan ke wajahnya.

‘’Setelah 10 hari perjalanan, saya dengar suara azan yang suaranya sangat beda dengan azan yang biasa saya dengar, lembut sekali. Saya kemudian dibawa ke Masjid Nabawi dan melihat makam Nabi Muhammad. Di makam Nabi itu ada pintu kecil dan saya melihat seseorang memberi makan anak-anak fakir miskin. Tiba-tiba cahaya yang sebelumnya diambil dari benda berbentuk tepak sirih dan disapu ke muka saya, memantul dari tangan saya untuk kemudian menjadi cahaya yang besar,”sebutnya.

Dari cahaya itu lanjutnya, kemudian muncul sesosok manusia berwajah ganteng kulit kuning langsat, ”Matanya sayu pandangannya luas terbentang. Raut mukanya seperti orang Asia, tapi wajahnya tak kelihatan dengan jelas. Setelah saya Tanya sama amal jariyah saya, dijawab jika Qusnul Qotimah menerangi makam Nabi. Saya dikatakan mendapat hidayah dan safaat dari Allah,’’ urai Azlina lagi.

Dari tempat itu, sambung Azlina lagi, ia dibawa lagi ke suatu tempat, dimana ia melihat jutaan manusia menangis disiksa dan minta kiamat dipercepat. Meskipun antara ia berdiri dengan orang-orang yang disiksa itu hanya berjarak 5 meter, namun ia tak dapat menolong. Selama dalam perjalanan itu pula ia dapat menghafal Alquran sebanyak 30 juz dan Katam sebanyak 3 kali, membaca Yassin 1.000 kali dan membaca Shalawat untuk 1.000 nabi.

‘’Rasanya perjalanan yang saya lalui dari sepanjang Arab Saudi atau seperti dari Sabang ke Merauke,’’ ujar Azlina yang mengaku ketika ia belum sakit juga pernah melihat cahaya saat melakukan salat tahajud dan cahaya itu juga disapukannya ke mukanya seperti yang dilakukan ketika ia dibawa berjalan.

Banyak Perbedaan
Banyak perbedaan yang terjadi pada diri Azlina alias Iin setelah dan sebelum ia mati suri. Perbedaan tingkah laku itu sangat dirasakan, terutama bagi keluarga terdekat yang tahu persis akan keseharian Iin.

Seperti dikatakan pamannya Rustam Effensi SAg, sebelum ini sosok Iin adalah pribadi yang pendiam dan suka grogi jika berjumpa banyak orang. Soal ibadah, ia juga biasa-biasa saja. Hanya saja ia rajin salat tahajud dan membaca Alquran. Tapi bukan hafal Alquran.

Tapi setelah kejadian ini, seperti juga yang Riau Pos saksikan sendiri, ia bercerita penuh percaya diri. Ceritanya juga tak terkesan dibuat-buat. Bahkan selama beberapa jam siaran langsung di SJTV bicaranya sangat lancar berdakwah. Padahal sebelumnya, ia tak terlalu paham apa-apa yang diuraikannya kemarin itu. Ia berdakwah seperti lazimnya ustadzah.

‘’Selama ini ia bukanlah hafal Alquran. Tapi sekarang ia hafal Alquran. Percaya dirinya juga sangat tinggi, dan tidak malu-malu seperti sebelumnya. Kulitnya juga berbeda dari sebelumnya,’’ ungkap Rustam sembari mengatakan jika sebelumnya kulit Azlina sedikit gelap. Namun yang dilihat sekarang, putih bersih bercahaya.
Terlepas percaya atau tidak akan kejadian seperti yang diceritakan Azlina dan keluarganya itu, namun jika kita berhadapan langsung dengan Azlina, dan mendengar ceritnya, kita pun jadi merinding.
 

Blogger news

Blogroll

About

Nama : Lailatul Istiqomah
e-mail : lailatulistiqomah261@gmail.com
facebook : ronalda
no.hp : 085859364014
alamat : RT 03 RW 94 Dsn wungurejo Desa Sidorejo Kec Rowokangkung Kab Lumajang.