Pages

Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2014

MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN


Materi : Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
Kelas : VIII SMP
Standar Kompetisi : Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan

Tujuan:
  1. Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan di akar, batang, daun, dan bunga.
  2. Membedakan macam-macam jaringan pada tumbuhan
  3. Membedakan tumbuhan dikotil dan monokotil.

Indikator:
  1. Menyebutkan organ yang terdapat pada tumbuhan
  2. menjelaskan jaringan yang terdapat pada tumbuhan
  3. Menjelaskan fungsi dan struktur akar
  4. Menjelaskan fungsi dan struktur batang
  5. Menjelaskan fungsi dan struktur daun
  6. Menjelaskan fungsi dan struktur bunga
  7. menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh pada sistem pengangkutan air dan mineral
  8. membedakan tumbuhan monokotil dan dikotil.
  9. Mengetahui modifikasi yang terdapat pada jaringan tumbuhan


Coba perhatikan foto pohon di atas. Pernahkah kalian membayangkan bagaimana sebuah pohon yang tadinya kecil menjadi besar. Lalu bagaimana pohon itu mendapatkan nutrisi sehingga ia bisa tumbuh? Kali ini kita akan membahas mengenai struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.

Pohon tumbuh dari kecil menjadi besar karena adanya proses pertumbuhan yang berkaitan dengan jaringan meristem dan adanya aktivitas kambium. Pohon mendapatkan nutrisi dengan cara menyerap air dan zat-zat lain dari akar melalui pembuluh xylem. Untuk lebih memahami mengenai apa itu jaringan meristem, kambium, pembuluh xylem dan lainnya akan dibahas pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan berikut ini.


STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN
Pada tumbuhan tingkat tinggi, sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan. Kemudian, jaringan-jaringan ini bergabung membentuk organ seperti akar, batang, dan daun. Organ-organ ini akan bekerja sama membentuk sistem organ. Selanjutnya, sistem organ bekerja sama membentuk individu.

A.       Jaringan Tumbuhan
Jaringan adalah kumpulan sel mempunyai bentuk, asal, fungsi, dan struktur sama. Secara garis besar, jaringan penyusun tumbuh-tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.
1.      Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang selalu membelahJaringan meristem terdapat pada ujung batang dan akar sehingga sering disebut meristem apikal. 
2.      Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang telah mengalami diferensiasi. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, jaringan dewasa dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu jaringan epidermis, parenkim, kolenkim, sklerenkim, pengangkut, dan gabus
a.       Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis adalah jaringan paling luar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi jaringan di dalamnya dan sebagai tempat pertukaran zat.
Derivat epidermis
Yang dimaksud dengan derivat adalah perubahan struktur epidermis dimana fungsinya juga ikut berubah. Beberapa macam derivat jaringan tumbuhan antara lain:Macam-macam derivat epidermis yaitu:
1.      Stomata
Merupakan derivat epidermis yang berfungsi sebagai jalan masuknya O2 dan CO2 dari udara , Sebagai jalan penguapan (transpirasi), Sebagai jalan pernafasan (respirasi)
2.      Trikoma
Trikoma adalah alat tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/rambut
3.      Sel Kipas / Bulliform Cell
Sel Kipas merupakan sel yang berfungsi dalam proses pembukaan gulungan daun dalam tunas dan untuk mengurangi penguapan yang berlebihan.
4.      Sel silika dan sel gabus
Fungsi sel silika dan sel gabus yang berfungsi untuk memperkuat batang dan kulit batang menjadi keras. 
5.      Litokis
Litokis merupakan derivat epidermis yang terdapat di dalam mesofil daun. 
b.      Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim sering disebut jaringan dasar karena terbentuk dari meristem dasar. Jaringan ini terletak di sebelah dalam jaringan epidermis. Fungsinya yaitu untuk menyimpan air dan cadangan makanan. sel-sel parenkim ada yang memiliki klorofil yang disebut klorenkim. .
c.       Jaringan Kolenkirm
Kolenkim merupakan jaringan penyokong atau penguat pada organ tubuh tumbuhan muda dan tanaman herba. Kolenkim merupakan sel hidup dan sifatnya mirip parenkim. Ada sel kolenkim yang mengandung kloroplas dan berperan dalam proses fotosintesis.
d.      Jaringan Sklerenkim
Sklerenkim merupakan jaringan penguat yang terdiri atas sel mati. Dinding sel sklerenkim sangat kuat, tebal, dan mengandung lignin. Berdasarkan bentuknya, sklerenkim dibagi menjadi dua macam, yaitu serabut dan sklereid (sel batu).
Serabut atau serat berasal dari jaringan meristem, umumnya terdiri atas sel-sel yang panjang dan bergerombol membentuk anyaman atau pita. Contohnya, pelepah daun pisang. Sedangkan, sklereid merupakan jaringan sklerenkim yang bentuk selnya membulat dengan dinding sel yang mengalami penebalan. Contohnya, tempurung kelapa atau kulit biji keras.
e.       Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut atau jaringan pembuluh, merupakan jaringan tumbuhan yang berfungsi untuk pengangkutan zat. Jaringan ini dibagi menjadi dua macam,yaitu floem dan xilem. Floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Sedangkan, xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke daun dan bagian tubuh lainnya.
f.       Jaringan Gabus
Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel gabus yang berbentuk memanjang. Jaringan ini berfungsi melindungi jaringan lain yang terdapat di bawahnya agar tidak terlalu banyak kehilangan air. Oleh karena itu, sel gabus biasanya ditemukan di permukaan luar batang.
B.       Organ pada Tumbuhan
Organ pokok tumbuhan ada tiga, yaitu akar, batang, dan daun. Pada tumbuhan berbiji terdapat bunga sebagai alat perkembangbiakannya.
1.      Akar

Akar memiliki fungsi untuk menyerap air dan nutrisi, memperkokoh tumbuhan, sebagai penyimpan cadangan makanan, dan ada juga yang berfungsi untuk respirasi pada tumbuhan tertentu.
Pada tumbuhan dikotil dan monokotil, ujung akarnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra agar akar tidak rusak saat menembus lapisan tanah. Pada tumbuhan dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga dihasilkan akar tunggang. Sedangkan, pada tumbuhan monokotil akar lembaga mati sehingga tidak bisa tumbuh.Berikut ini merupakan animasi irisan membujur akar.

Animasi Struktur Akar
Sedangkan penampang melintang akar dapat dilihat di gambar berikut ini .
2.      Batang
Batang berfungsi sebagai penyokong tumbuhan tersebut, sarana transportasi atau pengangkut, penyimpan cadangan makanan, membantu proses respirasi yaitu melalui lentisel.
a.       Batang Dikotil
Berikut ini merupakan penampang melintang batang dikotil. 
Pada epidermis tumbuhan dikotil ada yang membentuk lentisel yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya udara pada tumbuhan. Batang tumbuhan dikotil memiliki lingkaran tahun hal ini disebabkan oleh aktivitas kambium yang menyebabkan pertumbuhan membesar. Tipe ikatan pembuluh pada batang dikotil  yaitu kolateral terbuka karena antara xilem dan floem terdapat kambium.
b.      Batang Monokotil
Berikut merupakan penampang melintang batang monokotil dan batang dikotil

Tipe ikatan pembuluh pada batang monokotil  yaitu kolateral tertutup karena letak xilem dan floem berdampingan tidak dibatasi oleh kambium menyebabkan pertumbuhan monokotil hanya memanjang.

Modifikasi pada batang
Batang dapat memiliki fungsi tambahan, yang berakibat pada berubahnya bentuk (morfologi) dari bentuk dasar menjadi bentuk yang lain. Berikut adalah beberapa bentuk modifikasi batang.
  1. Rhizoma,brfungsi sebagai alat perkermbangbiakan vegetative,Contohnya pada tanaman jahe.
  2. Tuber(umbi batang),berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan,contohnya pada tanaman kentang.
  3. Bulbus(umbi lapis),berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan dan alat perkembangbiakan vegetative,contohnya pada bawang merah.
  4. Runner,tumbuh sebagai tunas aksilaris batang(tunas ketiak batang).
  5. Stolon,tunas yang tumbuh atau timbul dari bagian dasar batang
  6. Offset,tunas yang tumbuh dari ketiak daun (tunas aksilaris daun)
3.      Daun
Daun merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk fotosintesis. Hal ini disebabkan karena daun memiliki zat hijau daun (klorofil) yang bisa menyerap sinar matahari. Secara anatomi, jaringan yang menyusun daun adalah epidermis, mesofil, dan jaringan pembuluh.
a.       Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar yang menutup permukaan dan bawah daun. Jaringan ini berfungsi melindungi jaringan daun di bawahnya. Biasanya dilapisi kutikula untuk mencegah terjadinya penguapan air yang terlalu besar.
Epidermis dapat mengalami modifikasi menjadi stomata atau mulut daun yang berfungsi untuk pertukaran udara. Pada tumbuhan darat, stomata ini terletak di epidermis permukaan bawah daun, tetapi untuk tumbuhan air, seperti teratai (Nelumbium nelumbo), stomatanya terletak di permukaan atas daun.
b.      Mesofil
Mesofil disebut juga jaringan dasar, terletak di antara epidermis atas dan bawah. Mesofil terdiri atas jaringan palisade dan jaringan bunga karang (jaringan spons). Kedua jaringan ini banyak mengandung kloroplas yang berperan sebagai tempat fotosintesis.
Jaringan palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Jaringan ini terletak di bawah epidermis. Sedangkan, jaringan bunga karang bentuknya beragam, tidak teratur, mengandung sedikit kloroplas, dan tersusun renggang. Jadi, proses fotosinteis terjadi di jaringan palisade dan hasilnya ditampung sementara di jaringan spons. Setelah itu, disebarkan ke seluruh tubuh tumbuhan oleh jaringan pembuluh.
c.       Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh atau pengangkut daun terdapat pada tulang daun. Pada tulang daun terdapat urat-urat halus yang berperan sebagai pembuluh nadi dan sebagai kerangka daun sehingga daun menjadi kuat.
Jaringan pengangkut dibagi menjadi dua, yaitu floem dan xilem. Susunan kedua jaringan ini sama seperti susunan pada batangnya karena merupakan terusan dari jaringan pengangkut di batang.

Animasi Struktur Daun dan Cara Kerja Stomata
4.      Bunga
Bunga merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan Angiospermae. Bunga merupakan alat perkembangbiakan karena di dalam bunga terdapat alat-alat reproduksi, seperti benang sari,  putik, dan kandung lembaga.
Pada dasarnya, anatomi bunga tumbuhan monokotil dan dikotil adalah sama, yaitu kelopak bunga (kaliks), mahkota bunga (corolla), benang sari (stamen), putik, dan lembaga (ovarium).
Kelopak bunga adalah bagian bunga terluar, terletak pada dasar bunga. Kelopak ini berwarna hijau dan merupakan modifikasi dari daun. Bagian atau lembaran kelopak bunga disebut juga daun kelopak (sepal). Mahkota dan kelopak bunga sering disebut perhiasan bunga. Ukuran mahkota biasanya besar dan berwarna-warni. Tumbuhan dikotil umumnya empat atau lima helai. Sedangkan, pada tumbuhan monokotil tiga atau enam helai.

  Animasi Struktur Bunga



Animasi Game Organ Tumbuhan Secara Keseluruhan



Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

Berdasarkan uraian di atas tumbuhan monokotil dan dikotil yaitu sebagai berikut
1. Bentuk akar
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang

2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
- Monokotil : Melengkung atau sejajar
- Dikotil : Menyirip atau menjari

3. Kaliptrogen / tudung akar
- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
- Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar

4. Jumlah keping biji atau kotiledon
- Monokotil : satu buah keping biji saja
- Dikotil : Ada dua buah keping biji

5. Kandungan akar dan batang
- Monokotil : Tidak terdapat kambium
- Dikotil : Ada kambium

6. Jumlah kelopak bunga
- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
- Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima

7. Pelindung akar dan batang lembaga
- Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza
- Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil

8. Pertumbuhan akar dan batang
- Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
- Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar





Faktor-faktor yang mempengaruhi pengangkutan air pada tumbuhan
1.      Daya Hisap Daun (Tarikan Transpirasi)
Pada organ daun terdapat proses penguapan air melalui mulut daun (stomata ) yang dikenal sebagai proses transpirasi. Proses ini menyebabkan sel daun kehilanagan air dan timbul tarikan terhadap air yang ada pada sel-sel di bawahnya 
2.      Kapilaritas Batang
Pengangkutan air melalui pembuluh kayu (xilem), terjadi karena pembuluh kayu (xilem) tersusun seperti rangkaian pipa-pipa kapiler. Dengan kata lain, pengangkutan air melalui xilem mengikuti prinsip kapilaritas. Daya kapilaritas disebabkan karena adanya kohesi antara molekul air dengan air dan adhesi antara molekul air dengan dinding pembuluh xilem. Baik kohesi maupun adhesi ini menimbulkan tarikan terhadap molekul air dari akal sampai ke daun secara bersambungan.
3.      Tekanan Akar
Tekanan pada akar terjadi jika transpirasinya rendah, artinya kelembapan pada tanah cukup tinggi. Tekanan akar juga menyebabkan tumbuhan mengalami gutasi, yaitu keluarnya air yang berlebih pada malam hari melalui katup pelepasan (hidatoda) pada daun.
Biasanya air yang keluar dapat kita lihat pada pagi hari berupa tetesan atau butiran air pada ujung-ujung helai daun rumput atau pinggir daun kecil herba (proses gutasi).

Selasa, 09 September 2014

pengertian pengungkit

PENGERTIAN PENGUNGKIT


pengertian pengungkit
pengungkit adalah alat yang menggunakan sebuah batang dengan titik tumpu yang dapat berpindah-pindah. Pengungkit atau tuas berupa batang besi atau batang kayu atau benda lain yang dapat digunakan untuk mengungkit.
Bagian pengungkit meliputi :
a.     Titik beban,adalah berat benda yang diusahakan untuk dikalahkan
b.     Titik tumpu/fulcrum, adalah tempat yang digunakan untuk bertumpunya batang tuas. Titik tumpu letaknya dapat berubah.
c.     Titik kuasa, adalah tempat yang digunakan untuk tempat kuasa yang dilakukan.
Gambar yang memperlihatkan 2 anak yang bermain jungkat-jungkit. Jungkat-jungkit adalah sejenis pesawat sederhana yang disebut pengungkit atau tuas. Tuas memiliki banyak kegunaan,diantaranya adalah untuk mengangkat atau memindahkan benda yang berat.
   
Gambar diatas merupakan tuas yang digunakan orang untuk memindahkan sebuah batu yang berat. Berat beban
yang akan diangkat disebut gaya beban(Fb) dan gaya yang digunakan untuk mengangkat batu atau beban disebut gaya kuasa (Fk). Jarak antara penumpu dan beban disebut lengan beban (l b) dan jarak antara penumpu dan beban disebut lengan beban (l k).
    Hubungan antara besaran-besaran tersebut menunjukkan bahwa perkalian gaya kuasa dan lengan kuasa sama dengan gay beban dikalikan dengan lengan beban. Artinya besar usaha yang dilakukan kuasa sama dengan besarnya usaha yang dilakukan beban. Oleh sebab itu,pada tuas berlaku persamaan sebagai berikut.
  Keuntungan pada pesawat sederhana disebut Keuntungan Mekanis (KM). Secara umum keuntungan mekanis didefinisikan sebagai perbandingan gaya beban dengan gaya kuasa KM=fb/Fk sehingga keuntungan mekanis pada tuas atau pengungkit bergantung pada panjang masing-masing lengan. Semakin panjang lengan kuasanya semakin besar keuntungan mekanisnya. Secara sistematis keuntungan mekanis ditulis sebagai berikut :
KM = Fb = lk                                                                                 (10-11)
                Fk   lb                                                                  
        Berdasarkan letak titik tumpunya,tuas atau pengungkit diklasaifikasikan menjadi 3 golongan, yaitu sebagai berikut :
a.     Tuas Golongan Pertama
Titik tumpu diantara titik beban dan titik kuasa,seperti terlihat pada gambar berikut:
Contoh tuas jenis pertama : gunting,tang pemotong,gunting kuku, dan linggis.
b.     Tuas Golongan kedua
Titik beban berada diantara titik tumpu dan titik kuasa.        
Contoh tuas jenis ini,diantaranya adalah gerobak beroda satu,pemotong kertas, dan pelubang kertas.
       
c.     Tuas Golongan Ketiga
Titik kuasa berada diantara titik tumpu dan titik beban.
Contohnya : lengan,alat pancing,dan sekop.
2. Bidang Miring
       Ketika di pasar,mungkin kita pernah melihat orang yang sedang menaikkan drum berisi minyak ke atas sebuah truk. Pesawat sederhana apakah yang mereka gunakan? Bidang miring merupakan alat yang sangat efektif untuk memudahkan kerja.
        Keuntungan mekanis bidang miring bergantung pada panjang landasan bidang miring dan tingginya. Semakin kecil sudut kemiringan bidang,semakin besar keuntungan mekanisnya atau seakin kecil gaya kuasa yang harus dilakukan. Keuntungan mekanis bidang miring adalah perbandingan panjang(l) dan tinggi bidang miring (h).
        KM = l                                   (10-18)
                      h
            dalam kehidupan sehari-hari,penggunaan bidang miring terdapat pada tangga,lereng gunung, dan jalan di daerah pegunungan. Semakin landai tangga,semakin mudah untuk menaikinya,walaupun semakin jauh jarak tempuhnya. Jalan-jalan di pegunungan dibuat berkelok-kelok dan sangat panjang. Hal ini dilakukan untuk mandapatkan keuntungan mekanis yang cukup besar agar kendaraan dapat menaikinya dengan mudah.

Kamis, 26 Desember 2013

komponen-komponen ekosistem

 komponen-komponen ekosistem



Perhatikan Gambar diatas! Menurut Kamu gambar apakah itu? Dalam ekosistem tersebut, dapatkah kamu menyebutkan makhluk hidup dan benda tak hidup yang ada di dalamnya?
Gambar tersebut menunjukkan salah satu contoh ekosistem  taman. Yang terdiri dari bunga, rumput, burung, rusa ulat, bahkan  jasad renik yang tidak tampak oleh mata telanjang merupakan  makhluk hidup. Ssedangkan mahluk tak hidup yang nampak pad gambar tersebut yaitu seperti batu, udara, dan tanah. Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa komponen-komponen ekosistem dibagi menjadi dua yaitu :
a.       Komponen Biotik
Makhluk hidup itu yang disebut komponen biotik (bio = hidup). Komponen biotik suatu ekosistem meliputi berbagai jenis makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan dan mikribiologi lainnya.Berdasarkan  tingkatan trofiknya, komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
    produsen  Ã   mahluk hidup autotrof ( dapat menyusun makanannya sendiri) Semua jenis tumbuhan hijau termasuk produsen, karena Tumbuhan hijau dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Namun ada tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil maka kebutuhan makanannya tergantung organisme lain karena tidak dapat berfotosintesis, misal : tali putri.
     konsumen  Ã  mahluk hidup Heterotrof  (suatu organisme tidak dapat membuat makanannya sendiri) Berdasarkan tingkat memakannya, terbagi menjadi:
-      Konsumen I atau primer: organisme yang makan produsen (tumbuhan hijau)
-      Konsumen II atau sekunder: organisme yang makan konsumen I atau primer.
Berdasarkan jenis makanannya, konsumen sebagai organism heterotrof dibagi menjadi:
-     Herbivora: hewan pemakan tumbuhan Contoh: kerbau, kambing, belalang.
 
-     Karnivora: Hewan pemakan daging, Contoh: anjing, elang, harimau.
 
-      Omnivora: hewan pemakan segalanya, Contoh: tikus, ayam, luwak.

 
   Dekomposer  Ã  (pengurai)  Merupakan mikroorganisme yang menguraikan senyawa organic atau bahan makanan yang ada pada sisa organisme menjadi senyawa an organik yang lebih kecil. Pengurai biasanya dari golongan jamur dan bakteri yang tidak dapat membuat makanan sendiri dan mereka memperoleh makanan dengan cara menguraikan organisme yang telah mati. Hasil penguraian ini berupa zat mineral yang akan meresap ke dalam tanah. Zat mineral tersebut akan diambil tumbuhan.

b.      Komponen Abiotik
Komponen abiotik (a = tidak, bio = hidup) terdiri dari Komponen benda tak tak hidup, berfungsi menyediakan tempat hidup, makanan, dan kondisi yang diperlukan oleh mahluk hidup, sehingga sangat memengaruhi jenis komponen biotik yang dapat hidup. Antara lain :
-       Air
   Beberapa organisme seperti ikan, lumba-lumba dan alga beradaptasi hidup di air, tidak di daratan, tetapi organisme-organisme tersebut tergantung pada air lebih dari hanya sekedar tempat hidupnya. Air membantu seluruh makhluk hidup melangsungkan proses-proses penting dalam hidupnya seperti pencernaan makanan dan membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan oleh tubuh.

-       Tanah
Tanah adalah faktor abiotik yang dapat mempengaruhi tumbuhan dan organisme lain dalam ekosistem. Tanah disusun dari komponen-komponen tanah. Komponenkomponen tanah ini disusun oleh kombinasi mineral-mineral, air, udara, dan bahan organik yang merupakan hasil penguraian dari bagian tumbuhan atau hewan. Perbedaan jumlah mineral, bahan organik, air, dan udara akan menghasilkan tanah dengan jenis yang berbeda pula.
Tanah yang berbeda memiliki perbedaan unsure penyusun dan kondisi untuk organisme. Jika kamu pernah mengunjungi toko yang menjual perlengkapan kebun, kamu dapat menjumpai segala macam bahan yang dapat ditambahkan pada tanah untuk memperbaiki jenis tanah seperti kompos, pupuk kandang, sekam padi, dan serbuk gergaji. Bahan-bahan itu ditambahkan ke dalam tanah agar sesuai dengan jenis tumbuhan yang ditanam. Di lain waktu, galilah tanah, lihatlah tanahnya, apakah kering? Tidakkah terdapat sisa-sisa daun yang telah gugur dan mulai membusuk? Terasa lengket atau remah dan mengandung udara? Lakukan kegiatan Lab Mini 9.2 untuk mengamati ciri-ciri tanah.
-       Suhu
Temperatur juga menentukan organisme apa yang dapat hidup di tempat tertentu. Bagaimana tumbuhan teratai dapat hidup seperti ditunjukkan pada Gambar 9.12. Bandingkan dengan tumbuhan yang tumbuh di lereng gunung. Prediksilah apa yang akan terjadi jika organism di lereng gunung dipindahkan ke daerah bersuhu panas misalnya pantai. Perubahan temperatur akan sangat mempengaruhi organisme yang ada. Ikutilah Kegiatan 9.4 untuk melihat pengaruh perubahan temperatur terhadap ikan.

-       cahaya matahari
Matahari merupakan sumber energi utama di bumi. Energi matahari dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Sebagian dari energi ini menembus atmosfer menimpa permukaan bumi dan diserap oleh daratan dan lautan. Energi ini kebanyakan kembali lagi ke atmosfer dalam bentuk panas. Energy dari matahari inilah yang menyebabkan tumbuhnya mahluk hidup dibumi, mengingat pengaruhnya yang sangat vital.

-       Kelembapan
Kelembaban udara menunjukkan banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara pada saat dan tempat tertentu.

Selanjutnya Sekarang apakah peran kedua komponen itu  dalam ekosistem?
Manusia dan organisme lain dalam ekosistem membutuhkan energi untuk melangsungkan kehidupannya. Sumber energi utama di bumi adalah matahari. Matahari merupakan sumber semua energi yang tersedia pada seluruh ekosistem. Bagaimana peran organisme dalam perpindahan energi dalam ekosistem? Ikutilah uraian berikut yang akan membahas peran organisme pada aliran energi di ekosistem.
Tumbuhan hijau mampu mengubah energi ke dalam bentuk makanan selama fotosintesis. Fotosintesis ini terjadi karena tumbuhan mengandung klorofil yang mampu menangkap energi matahari. Manusia dan organisme lain yang tidak memiliki klorofil tidak dapat melakukan fotosintesis, sehingga untuk mendapatkan energi tergantung pada tumbuhan, baik secara langsung atau tidak langsung. Tumbuhan adalah contoh organisme yang mampu membuat makanan mereka sendiri, sehingga dikenal sebagai organisme autotrof. Autotrof adalah organism yang dapat menyusun makanan sendiri. Tumbuhan dikenal sebagai fotoautotrof karena mereka menggunakan energy sinar untuk menghasilkan makanan melalui fotosintesis. Contoh organisme fotoautotrof adalah Tumbuhan Palem raja. Mereka umumnya autotrof darat, tetapi alga dan beberapa organisme sel tunggal juga mampu berfotosintesis. Beberapa autotrof tidak dapat menggunakan sinar matahari sebagai sumber energinya. Sebagai gantinya, mereka menggunakan cadangan energi dalam senyawa.
Bila suatu organisme tidak dapat membuat makanannya sendiri, maka ia akan mendapatkan energy dengan beberapa cara. Kamu dapat mengamati bagaimana tikus makan biji-bijian. Tikus adalah heterotrof, organisme yang tergantung pada organisme lain untuk mendapatkan nutrien dan energi. Organisme lain apa yang diklasifikasikan sebagai heterotrof? Ada beberapa tipe heterotrof, Organisme yang hanya makan tumbuhan atau produsen disebut herbivor. Organisme yang hanya makan hewan disebut karnivor. Organisme yang makan baik produsen dan konsumen dikenal dengan omnivor.

Kamis, 19 Desember 2013

pengertian tekanan

Pengertian Tekanan

Tekanan pada Zat Padat
Seekor itik lebih cepat berjalan di atas tanah becek atau di atas lumpur jika dibanding dengan seekor ayam walaupun kedua binatang tersebut mempunyai gaya berat yang sama. Tekanan (P) merupakan hasil bagi antara gaya tekan (F) dengan luas bidang tekan (A). Dapat diartikan bahwa besar tekanan sebanding dengan gaya tekan dan berbanding terbalik dengan luas bidang tekan maksudnya semakin besar gaya tekan maka tekanan semakin besar dan semakin besar luas bidang tekan maka tekanan makin kecil atau sebaliknya.

Tekanan pada Zat Cair (Tekanan Hidrostatik)
a. Semakin ke dalam, tekanan pada zat cair semakin besar.
b. Pada kedalaman yang sama, tekanan di dalam zat cair di segala arah sama besar.
c. Besar tekanan zat cair dipengaruhi oleh jenis zat cair.
Alat untuk mengamati besar tekanan pada zat cair dinamakan pesawat Hartl.

Tekanan pada Zat Cair dalam Ruang Tertutup (Hukum Pascal)
Gaya yang bekerja pada zat cair cialam ruang tertutup akan diteruskan oleh zat cair itu sendiri ke segala arah dengan sama rata.
Alat-alat teknik yang bekerja berdasar hukum Pascal mIsalnya:
a. Pompa hidrolik ban sepeda
b. Dongkrak hidrolik
c. Alat pengangkat mobil
d. Rem piringan hidrolik dan-lain-lain

Hukum Bejana Berhubungan
Jika ke dalam bejana diisi zat cair sejenis dalam keadaan seimbang maka permukaan zat cair akan sama rata. (Pernyataan tersebut merupakan hukum bejana berhubungan).
Dengan memperhatikan hukum bejana berhubungan di atas maka hukum bejana berhubungan tidak akan berlaku apabila:
a. Bejana diisi dengan dua zat cair yang tidak sejenis (air dan minyak).
b. Bejana dalam keadaan tidak seimbang (digoyang-goyangkan)
c. Tekanan udara di atas bejana tidak sama (salah satu kaki bejana ditutup).
d. Ada salah satu pipa pada bejana berupa pipa kecil (kapiler).

Peristiwa meresapnya zat cair melalui pipa-pipa kecil atau pipa kapiler dinamakan gejala
kapilaritas. Contoh gejala kapilaritas, antara lain:
a. Naiknya air tanah melalui pembuluh kayu pada tumbuhan.
b. Naiknya minyak melalui sumbu lampu minyak tanah atau kompor minyak.
c. Meresapnya air pada batu bata merah.
d. Meresapnya air pada kain atau kertas dan lain-lain.

Alat-alat yang bekerja berdasarkan hukum bejana berhubungan, antara lain:
a. Penyipat datar/water pass
b. Selang/pipa U
c. Air ledeng
d. Sistem pengairan
e. Tandon/tangki air
f. Porong, kendi, ceret, teko.

Senin, 16 Desember 2013

macam-macam gaya

Macam-macam Gaya. Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat mempengaruhi benda baik posisi ataupun bentuknya. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kegiatan yang melibatkan gaya. Permainan tarik tambang merupakan salah satu contoh penerapan gaya. Setiap kelompok memberikan gaya berupa tarikan pada tali tambang. Permainan ini akan dimenangkan oleh kelompok yang dapat memberikan gaya lebih besar pada tali tambang. Berdasarkan sumbernya, gaya dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu gaya magnet, gaya gravitasi, dan gaya gesekan

A. Gaya Gravitasi
Gaya gravitasi adalah gaya tarik bumi terhadap benda-benda yang berada di atasnya. Pengaruh gaya gravitasi terhadap benda semakin kecil jika jarak benda semakin jauh dari pusat bumi. Gaya gravitasi bumi sering disebut juga gaya tarik bumi. Manfaat gaya gravitasi sebagai berikut.
a. Benda-benda di bumi tidak terlempar ke angkasa luar.
b. Kita dapat berjalan di atas tanah.
c. Benda-benda di bumi mempunyai berat sehingga tidak melayang-layang di udara.

Buah kelapa itu jatuh ke bumi. Tidak hanya buah, benda-benda lain jika dijatuhkan dari ketinggian tertentu juga akan bergerak turun menuju bumi. Misalnya kelereng atau bola yang menggelinding di atas meja akan jatuh ke lantai. Penerjun payung yang keluar dari pesawat juga akan jatuh ke bawah menuju bumi. Gerak jatuhnya benda-benda dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi.

B. Gaya Gesek
Gaya gesek adalah gaya yang menimbulkan hambatan ketika dua permukaan benda saling bersentuhan. Gaya gesek semakin kecil jika permukaan benda semakin halus atau licin. Manfaat gaya gesek sebagai berikut.
a. Ketika berjalan kita tidak tergelincir.
b. Benda-benda tetap berada di tempatnya.
c. Digunakan pada rem sepeda.
Kerugian yang ditimbulkan gaya gesek sebagai berikut.
a. Menghambat gerakan benda.
b. Permukaan yang bergesekan cepat aus.

Gaya gesekan akan menghambat gerakan benda. Kekuatan hambatan akibat gesekan inilah yang disebut gaya gesek. Semakin kasar permukaan benda, semakin besar pula gaya geseknya. Hal ini berarti gerakan benda semakin terhambat jika gaya gesekan semakin besar. Demikian sebaliknya jika permukaan licin. Pada permukaan licin, gaya gesekan yang terjadi juga kecil. Akibatnya, benda itu semakin mudah bergerak pada permukaan tersebut.  

Gaya gesekan dapat diperbesar ataupun diperkecil disesuaikan dengan tujuannya. Dalam kehidupan sehari-hari kita jumpai berbagai cara yang dilakukan untuk memperkecil atau memperbesar gaya gesekan, di antaranya adalah sebagai berikut: 
  • Pemberian pelumas atau oli pada roda atau rantai sepeda agar gesekannya dapat diperkecil.
  • Penggunaan kayu yang berbentuk bulat untuk mendorong benda agar lebih mudah. Apabila kita mendorong meja atau lemari yang cukup berat maka digunkan gelondongan kayu agar gaya gesekan yang tejadi dapat diperkecil.
  • Penggunaan pul pada sepatu pemain bola. Hal ini bertujuan agar gaya gesekan dapat diperbesar sehingga pemain bola tidak tergelincir pada saat berlari dan menendang bola.
  • Membuat alur-alur pada ban mobil atau motor. Untuk menghindari permukaan licin pada jalan yang dilewatinya, pada ban motor dan mobil terdapat alur-alur. Alur-alur ini bertujuan untuk memperbesar gaya gesekan antara ban dan permukaan jalan.
Gaya gesek juga dimanfaatkan pada saat kita mengerem sepeda. Rem sepeda akan mencengkeram roda untuk menghambat perputaran roda. Kampas rem sepeda akan memberikan gaya gesek terhadap pelek. Gaya gesek juga terjadi antara ban sepeda dengan jalan. Ban sepeda biasanya dibuat beralur-alur sehingga ketika direm mendadak tidak akan tergelincir.    

C. Gaya Magnet
Gaya magnet adalah gaya yang ditimbulkan oleh magnet. Alat-alat yang memanfaatkan gaya magnet di antaranya pintu lemari es, ujung obeng, ujung gunting, kotak tempat pensil, papan catur, kompas, dinamo, speaker, dan kaset. Gaya tarik pada magnet dapat menarik benda-benda tertentu. Bahan dari besi atau baja dapat ditarik magnet. Bahan dari plastik dan kayu tidak dapat ditarik magnet. Benda yang ditarik dengan kuat oleh magnet disebut ferromagnetik. Benda yang ditarik dengan lemah oleh magnet dan benda yang tidak ditarik oleh magnet disebut paramagnetikDiamagnetik, adalah benda yang tidak memiliki sifat kemagnetan.Magnet pertama kali ditemukan di daerah yang bernama Magnesia. 
    
Gaya magnet masih berpengaruh terhadap benda-benda logam meskipun ada penghalang di antara magnet dan benda yang ditariknya. Besarnya daya tembus gaya magnet dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis penghalang, tebal tipisnya penghalang, dan kekuatan magnet. Selain itu, pengaruh gaya magnet juga ditentukan oleh jarak magnet dengan benda. Kekuatan gaya tarik magnet tidaklah sama di setiap sisi atau bagiannya. Gaya magnet paling kuat terletak di kutub-kutub magnet.

Daerah di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh gaya magnet disebut medan magnet. Area medan magnet itu biasa ditunjukkan dengan garis-garis gaya magnet. Garis-garis gaya magnet tersebut saling bertemu di ujung kedua kutubnya Magnet mempunyai dua kutub. Pada keadaan bebas, magnet akan selalu menunjuk ke arah utara dan selatan. Ujung magnet yang mengarah ke utara disebut kutub utara, sedangkan ujung magnet yang mengarah ke selatan disebut kutub selatan. Biasanya kedua ujung magnet diberi warna yang berbeda untuk membedakan kedua kutub magnet itu.

Saat kutub yang sama dari dua buah magnet batang saling didekatkan, keduanya akan saling menolak. Sebaliknya jika kutub yang berbeda dari dua magnet didekatkan, akan terjadi tarik-menarik.

Gaya tarik magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gaya tarik magnet digunakan pada berbagai macam alat, mulai dari alat yang sederhana hingga alat yang rumit. Magnet digunakan pada alat-alat berikut.
  • Ujung gunting untuk memudahkan mengambil jarum jahit.
  • Bel listrik untuk menggerakkan pemukul lonceng.
  • Papan catur agar buah catur tidak mudah terguling.
  • Kompas sebagai penunjuk arah utara-selatan.
  • Dinamo sepeda dan generator untuk membangkitkan tenaga listrik.
  • Alat untuk mengangkut benda-benda dari besi
Magnet dibedakan menjadi dua macam berdasarkan cara terbentuknya. Magnet tersebut yaitu magnet alam dan magnet buatan. Magnet alam terjadi secara alami, contohnya magnet bumi. Magnet buatan merupakan magnet yang sengaja dibuat. Ada beberapa bentuk magnet buatan, misalnya magnet batang, tabung (silinder), jarum, huruf U, dan magnet berbentuk ladam (tapal kuda).



Benda-benda yang terbuat dari besi dan baja dapat dibuat menjadi magnet dengan cara-cara sebagai berikut :

Cara Induksi
Pembuatan magnet secara induksi sangat mudah dilakukan. Akan tetapi, sifat kemagnetan hasil induksi ini bersifat sementara. Caranya dengan menempelkan benda-benda yang terbuat dari logam (besi atau baja) dengan magnet. Benda yang terbuat dari logam ini akan menjadi bersifat magnet. Namun, jika magnet dilepaskan, sifat kemagnetan benda tersebut juga akan hilang.

Cara Gosokan
Magnet yang digosokkan secara berulang-ulang ke suatu batang besi atau baja dapat menyebabkan batang besi atau baja mempunyai sifat kemagnetan. Semakin lama waktu penggosokan, semakin lama pula sifat kemagnetan bertahan di dalam batang besi atau baja tersebut.

Dialiri Arus Listrik
Magnet dapat dibuat dengan cara mengalirkan arus listrik searah ke dalam suatu penghantar. Magnet yang ditimbulkan disebut elektromagnet. Elektromagnet pertama kali ditemukan oleh Hans Christian Oersted pada tahun 1819. Elektromagnet bersifat sementara. Artinya, jika arus listrik diputus, sifat magnet itu akan hilang. Kita dapat membuat elektromagnet mempunyai kekuatan lebih besar dengan menambah jumlah baterai dan menambah jumlah lilitan.
 

Blogger news

Blogroll

About

Nama : Lailatul Istiqomah
e-mail : lailatulistiqomah261@gmail.com
facebook : ronalda
no.hp : 085859364014
alamat : RT 03 RW 94 Dsn wungurejo Desa Sidorejo Kec Rowokangkung Kab Lumajang.